IMG-20260907-WA0008
PELITA (Pembelajaran dan Literasi Tajur Satu

 

Narasi Kegiatan: Program Literasi “PELITA” Berbasis Taksonomi Barret di SDN Tajur 1

Di SDN Tajur 1, suasana kelas 3 hingga kelas 6 terasa hening dan penuh konsentrasi saat kegiatan PELITA (Pembiasaan/Pembinaan Literasi Anak) berlangsung. Para siswa tampak tekun membaca dan menelaah lembaran cerita bertema “Pembiasaan Literasi Kelas — Kerjasama dan Kepedulian”, salah satunya dengan teks berjudul “Taman Kecil di Sudut Sekolah”.

Melalui program PELITA, kegiatan membaca tidak sekadar menyuarakan kata-kata, tetapi diarahkan untuk menerangi pemahaman nalar siswa menggunakan pendekatan Taksonomi Barret (Barrett’s Taxonomy of Reading Comprehension). Metode ini melatih proses berpikir kritis secara bertahap:

  1. Literal: Menemukan informasi tersurat secara tepat langsung dari bacaan.
  2. Reorganisasi: Mengelompokkan atau menyusun ulang ide-ide pokok cerita.
  3. Inferensial: Menggali makna tersirat dan menarik kesimpulan berdasarkan bacaan.
  4. Evaluasi: Memberikan penilaian serta tanggapan logis terhadap isi teks.
  5. Apresiasi: Menghayati nilai moral, empati, dan dampak emosional dari cerita yang dibaca.
Sesuai namanya, program PELITA di SDN Tajur 1 hadir sebagai cahaya penerang yang membimbing para siswa tidak hanya untuk gemar membaca, tetapi juga mengasah kedalaman berpikir, ketajaman analisis, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait